Motivasi Konversi Agama pada Masyarakat Sege dan Muntigunung Karangasem (Studi Komparatif)

  • I Ketut Seken Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: Motivasi. Konversi, Agama dan Studi Komparatif

Abstract

Secara umum kecendrungan beragama di Bali mengikuti agama yang dianut oleh orang tuanya, tidak berdasarkan pertimbangan-pertimbangan logis. Fenomena ini kenyataannya di Sege dan Muntigunung tidak mutlak, mengingat di kedua tempat tersebut terjadi konversi agama dengan pertimbangan-pertimbangan yang logis, kendatipun dengan intensitas perkembangan yang berbeda. Proses konversi agama di Sege sangat berbeda dengan di Muntigunung. Di Sege diawali dengan mempelajari sebuah Alkitab namun di Muntigunung diawali dengan iming-iming bantuan kebutuhan sandang dan pangan dari pihak misionaris. Di Sege faktor utama terjadinya konversi agama disebabkan oleh faktor srada, kekosongan srada dan perkawinan, namun di Muntigunung terjadi konversi agama disebabkan oleh faktor ekonomi, dadia/klen, desa adat dan peran misionaris. Konversi agama yang disebabkan oleh srada sangat kuat bertahan, namun kalau faktor ekonomi sangat mudah kembali pada agama semula.

References

Ali, Mursyid (ed). 2000. Konflik Sosial: Demokrasi dan Rekonsiliasi Menurut Persepekti Agama-agama, Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Agama, Proyek Peningkatan Kerukunan Hidup Umat Beragama.

Ardhana, Suparta, I.B. 2002. Sejarah Perkembangan Agama, Denpasar: Paramita.

Bachtiar, H.W.. 1986. Pengamatan Sebagai Suatu Metode Penelitian, Dalam Koentjaraningrat (ed), Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta : PT.Gramedia, hal. 108-125.

Campbell, Tom, 1985. Tujuh Teori Sosial, (Busi Hardiman, Penerjemah). Penerbit Yogyakarta : Kanisius.

Craib, Ian, 1992. Teori-Teori Sosial Modern dari Parson Sampai Hubermas Jakarta Jakarta : Rajawali Press

Davanomy, Mariasusai, 1995. Fenomenologi Agama, Yogyakarta : Kanisius.

Disterofm, Nico Syukur. 1994. Pengalaman dan Motivasi Beragama, Yogyakarta: Kanisius.

Hendropuspito, O.C.,D. 1986. Sosiologi Agama,Yogyakarta: Kanisius.

Jalaludin, 2002. Psykologi Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kahmad, Dadang H., 2000. Metode Penelitian Agama. Persepektif Ilmu Agama. Bandung : Pustaka Setia.

Koentjaraningrat, 1993. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Edisi ketiga). Jakarta: Gramedia.

Mulyana, Sumardi, dkk., 1982. Penelitian Agama Masalah dan Pemikiran. Jakarta: Sinar Harapan.

Nukancana, Wayan, 1990. Pemahaman Individu, Surabaya : Usaha Nasional.

O,Dea, Thomas F., 1992. Sosiologi Agama Suatu Pengenalan Awal, Jakarta: Rajawali Pers.

Pudja, Gd, 1977. Hukum Kewarisan Hindu Yang Diresepsi Ke Dalam Hukum Adat di Bali dan Lombok, Jakarta CV. Junasco.

Sendratari, LP., dkk, 1995. Salib dan Petani Sawah (Sebuah Kajian Tentang Fungsi Agama Pada Sistem Sosiokultural, Petani Kristen di Dusun Piling, Penebel, Tabanan), Laporan Penelitian, Singaraja : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Wijaya, Nyoman, 2003. Serat Salib Dalam Lintas Bali , Menapak Jejak Pengalaman Keluarga GKPB., 1931-2001, Denpasar : CV. Krinon.

Wijaya, Nyoman. 1990. Cakepan Suci, Bogor : Lembaga Alkitab Indonesia Ciluar
Published
2010-07-01
How to Cite
Seken, I. K. (2010). Motivasi Konversi Agama pada Masyarakat Sege dan Muntigunung Karangasem (Studi Komparatif). LAMPUHYANG, 1(1), 31-45. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v1i1.105
Section
Articles