Berlatih Bersama sebagai Strategi Alternatif Peningkatan Kemampuan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menerapkan Pembelajaran Kooperatif pada SMP Negeri di Kabupaten Karangasem

  • I Made Subagia Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: Berlatih Bersama, Guru Agama SMP, Pembelajaran Kooperatif

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatkan kemauan dan kemampuan guru Pendidikan Agama Hindu pada tingkat SMP se- Kabupaten Karangasem dalam menerapkan metode kooperatif pada pembelajaran di kelas melalui pelatihan bersama. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan rancangannya adalah penelitian tindakan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Karangasem pada sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Karangasem sebanyak 20 sekolah SMP Negeri. Penelitian tindakan sekolah (PTS) terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus adalah (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi. Dari hasil penelitian diketemukan guru SMP Negeri di Karangasem kesulitan menerapkan pembelajaran kooperatif karena mereka tidak paham tentang sintak pembelajaran kooperatif. Setelah diberikan pelatihan tentang pembelajaran kooperatif menunjukkan bahwa dengan berlatih bersama mampu meningkatkan kemauan dan kemampuan guru Agama Hindu pada tingkat SMP Negeri se-Kabupaten Karangasem dalam menerapkan pembelajaran Kooperatif. Peningkatan yang terjadi sangat signifikan, yakni  mencapai 86%. Sebagian besar guru yang diteliti setelah mengikuti pelatihan menerapkan metode kooperatif tipe STAD dan Jiksaw. Berdasarkan temuan ini maka dapat disimpulkan bahwa melaui berlatih bersama mampu meningkatkan kemauan dan kemampuan Guru Pendidikan Agama Hindu pada tingkat SMP Negeri di Karangasem dalam menerapkan pembelajaran Kooperatif.

References

Anderson, Orin W. 2001. A Taxonomy for Learning, Teacning, And Assessing. New York : Longman

Arends, R.I. (1997). Classroom Management and Instruction. New York: Mc. Graw-Hill Companies Inc.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : BSNP

Beeby, C.E., (1979). Assessment of Indonesia Education. London: Oxford University Press.

Celce and Murcia,2001.Teacing English as a Second or Foreign Language. USA: Thomson learning

Clifford, M. and Wilson, M. (2000). ‘Professional Learning and Student’s Experiences: Lesson Learned from Implementation’. Educational Brief . No. 2 December 2000. Texas Collaborative for Teaching Excellence. (2005). REACT Strategy. Printed on 15th July 2005.

Dantes, Nyoman. 2008. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan inovasi pembelajaran dalam kaitannya dengan pembaharuan sistem pemdidikan(disampaikan dalam lokakarya pengembangan pendekatan pembelajaran pada para guru di kabupaten buleleng5 Oktober 2008).Program Pasca Sarjana Undiksha Singaraja. (tidak diterbitkan)

Dantes, Nyoman. 2009. Pengembangan Kompetensi profesional guru(disampaikan pada seminar pendidikan di SD santo yoseph 1 denpasar Pada tanggal 25 juli 2009). Program Pasca Sarjana Undiksha Singaraja. (makalah seminar tidak diterbitkan)

Deming, Edwards W. American Association of School Administrators Conference, Washington, DC, January 1992. Seperti dikutip oleh Lee Jenkins. Improving Student Learning. Applying Deming Quality Principles in Education. Milwaukee,WI: ASOQ Press

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta. 2003.

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta. 2005.

Direktorat Pembinaan Akademik dan Kepeserta didikan Ditjen Dikti Depdiknas. (2005). Tanya Jawab Seputar Unit Pengembangan Materi dan Proses Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Jakarta.

Elliott, S.N. et al. (2000). Educational Psychology: Effective Teaching, Effective Learning. Boston: Mc.Graw Hill.

Hoy, Charles, Colin Bayne-Jardine and Margaret Wood. (2000). Improving Quality in Education. London: Falmer Press. 2006.

Miarso, Yusufhadi.(2004). Menyemai benih Teknologi Pembelajaran. Jakarta : Pustekkom Diknas & Kencana.

Moore, K. D. (2005). Effective Instructional Strategies From Theory to Practice. California: Sage Publications Inc.

Nanang,Hanafiah. 2009. Konsep Startegi Pembelajaran. Bandung : Refika Aditama.

Nitko A.J. (1996). Educational Assessment of Students, 2nd Ed. Columbus Ohio : Prentice Hall.

O’Malley, J.M. & Valdez Pierce, L. (1996). Authentic Assessment for English Language Learners. New York: Addison-Wesley Publishing Company.

Popham, W.J. (1995). Classroom Assessment, What Teachers Need to Know. Boston: Allyn and Bacon.

Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta :Depdiknas R.I.

Salaim, Agus. 2006. Teori dan Padadigma penelitian Sosial edisi kedua. Yogyakarta:Ttiara Wacana.

Salvia, J. & Ysseldyke, J.E. (1996). Assessment. 6th Edition. Boston: Houghton Mifflin Company.

Sanjaya, wina. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran (Teori praktek pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan). Jakarta : Kencana prenada media grup.

Sanjaya, wina. 2009. Srategi Pembelajaran Berorientasi Satandar Proses pendidikan. Jakarta : Kencana prenada media grup.

Stringer, Ernest.1999. Action research second Edition.USA : Sage Publicatian.

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.

Rolheiser, C. & Ross, J. A. (2005) Student Self-Evaluation: What Research Says and What Practice Shows. Internet download.

Wyaatt III, R.L. & Looper, S. (1999). So You Have to Have A Portfolio, a Teacher’s Guide to Preparation and Presentation. California: Corwin Press Inc.
Published
2011-07-01
How to Cite
Subagia, I. M. (2011). Berlatih Bersama sebagai Strategi Alternatif Peningkatan Kemampuan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menerapkan Pembelajaran Kooperatif pada SMP Negeri di Kabupaten Karangasem. LAMPUHYANG, 2(2), 1-15. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v2i2.114
Section
Articles