Rta, Dharma dan Ritual untuk Keharmonisan Alam

  • Wayan Yanik Yasmini Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: Rta, Dharma, dan Ritual

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah unruk mendeskripsikan  Hukum Rta, Dharma dan ritual dalam mengendalikan alam.Mendiskripsikan ketundudukan manusia pada hukum Rta. Rta sering diterjemahkan dengan Orde atau Hukum, tetapi dalam arti hukum yang kekal dan tidak pernah berubah. Di dalam Weda diterangkan bahwa mula-mula Tuhan menciptakan alam semesta, kemudian menciptakan hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara yang diciptakanya itu. Oleh karena  tuhan menciptakan hukum dan sekalian sebagai pengendali atas hukunya itu, maka Tuhan juga disebut Ritawan. Dalam perkembangan kesusastraan sansekerta istilah Rta ini kemudian diartikan Widhi yang maknanya sama pula dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh Tuhan.Dari kata Widhi lahir istilah Sang Hyang Widhi atau Sang Hyang Widhi Wasa dengan arti Tuhan yang Maha Esa atau penguasa  atas hukumnya. Dalam sloka Bhagavadgita disebutkan bahwa Tuhan mengawasi alam semesta dilakukan oleh prakerti- Nya.Rta merupakan hukum Tuhan yang bersifat abadi, murni dan bersifat absolut. Rta sebagai pengatur kegiatan manusia yang tidak tampak. Rta sebagai pengatur hanya dapat dilihat berdasarkan keyakinan atas adanya kebenaran. Karena Rta bersifat absolut maka semua ciptaan Tuhan tidak bias lepas dari hukum Rta.Hukum Tuhan yang disebut Rta tersebut dijabarkan dalam amalan manusia yang disebut Dharma. Dharma sebagai hukum agama yang di sebut dharma bersifat relative karena sealu dikaitkan dengan pengalaman manusia dan karena itu bersifat mengatur tingkah laku manusia untuk mencapai kebahagian di dalam hidup. Ajaran Rta dan Dharma menjadi landasan ajaran karma dan phala. Rta dan dharma mempunyai ruang lingkup yang sangat luas yang meliputi pengertian hukum abadi sebagi ajaran kesusilaan yang mengandung estetika dan mencangkup pula pengertian sosial. Dan oleh karena itu Rta selalu menjadi dasar pemikiran yang idil dan diharapkan akan dapat terujud dalam kehidupan didunia ini.Manusia tunduk dan tidak bisa lepas dari Rta karena manusia merupakan bagian dari kosmos. Semua ciptaan Tuhan di atur melaui hukum absolute yang disebut Rta.

References

Donder, I Ketut. 2007. Kosmologi Hindu. Surabaya : Paramita

Naylor.2000. Rta. http://www. pantheon.org/articles/r/Rta.html. diunduh tanggal 8 Mei 2012.

Surpha, I wayan. 2005.Pengantar Hukum Hindu. Paramita: Surabaya.

Pudja, MA, , 1985, Pengantar Agama Hindu.JakaRta :Mayasari.

Wiana, I Ketut. 2012. Tri Hita Karana (Menurut Konsep Hindu).Surabaya : Paramita.
Published
2013-01-01
How to Cite
Yasmini, W. Y. (2013). Rta, Dharma dan Ritual untuk Keharmonisan Alam. LAMPUHYANG, 4(1), 76-89. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v4i1.140
Section
Articles