Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Bali

  • Putu Andyka Putra Gotama Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: campur kode, bahasa Bali, guru bahasa Bali

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana bentuk campur kode yang dilakukan oleh guru bahasa Bali dalam kegiatan pembelajaran, (2) mengetahui apa faktor penyebab terjadinya campur kode tersebut, dan (3) mengetahui apakah campur kode dalam pembelajaran bahasa Bali dapat dibenarkan.Kemudian, subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Bali yang mengajar di kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Abang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi campur kode ke dalam pada tataran kata dan kalimat yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Bali di kelas. Selanjutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yaitu karena sulitnya mencari padanan kata dalam bahasa Bali, sehingga guru terpaksa menggunakan kata dalam bahasa Indonesia, campur kode itu terjadi karena guru menginginkan siswa lebih memahami materi yang dijelaskan, kebiasaan dalam pemakaian, keakraban hubungan partisipan, kesantaainsituasi pembicaraan,topik pembicaraan, internasionalisasi, promosi bahasa, keanekaragaman suku/etnik, peran,ragam bahasa,  faktor keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, penutur, dan bahasa. Terakhir, campur kode itu bisa benarkan dengan beberapa alasan, yaitu pertama, campur kode itu bisa dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah lawan bicara di dalam memahami informasi yang kita sampaikan. Kemudian kedua, Campur kode bisa dilakukan, namun dengan catatan, campur kode yang kita gunakan harus memerhatikan bentuk atau unsur kata, frasa, kalimat dari bahasa tertentu agar tidak terjadi kekeliruan.

References

Agung, Anak Gede. 2005. Metode Penelitian. Singaraja: IKIP Negeri.

Arikunto, M Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta.

-------. 1983. Prosedur Penelitian. Jakarta. PT. Bima Aksara.

Bannadib.1982. Filsafat Pendidikan. Bandung: Rineka Putra.

Bungin, Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Dwija, Wayan. 2006. Metodologi Penelitian Pendidikan. Amlapura: STKIP Agama Hindu Amlapura.

Fasold, Ralph. 1984. The Sociolinguistics of Society. England: Basil Blackwell.

Jendra Wayan. 1991. Dasar-dasar Sosiolinguistik. Denpasar: Ikayana.

Keraf, Gorys. 1984. Dasar-Dasar Linguistik Umum. Jakarta : Fakultas Sastra.

Marjohan, Asril. 1992. Aspek Sosiokultural Pilihan Bahasa di desa Pegayaman. Laporan Penelitian. Singaraja: FKIP UNUD Singaraja.

Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Karya.

Nababan, PWJ. 1992. Sosiolinguistik suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nasution. 2000. Metode Penelitian. Bandung: Alpha Beta.

-------. 2008. Metode research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Pateda, Mansur. 1991. Sosiolinguistik Pengantar Awal. Jakarta : Gramedia.

Poedjosoedarmo, Supomo. 1986. Sosiolinguistik. Jakarta : Gramedia.

Riyanto, Yatim. 2001. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.

Sumarsono. 1993. Pemertahanan Bahasa Melayu Loloan di Bali. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemgembangan Bahasa.

--------. 2008. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suwito. 1985. Campur Kode Sebagai WujudKetergantungan Bahasa. Semarang : Fakultas Sastra Undip

Tantra, DK.1987. Pilihan Aras Tutur dalam Bahasa Bali. Laporan Penelitian. Singaraja: Universitas Udayana.

Wendra, I Wayan. 2009. Buku Ajar Penulisan Karya Ilmiah. Singaraja: Undiksha.
Published
2013-07-01
How to Cite
Gotama, P. A. (2013). Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Bali. LAMPUHYANG, 4(2), 79-93. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.153
Section
Articles