Kesenian Cekepung sebagai Media Penanaman Rasa Kebersamaan dan Persatuan di Desa Budakeling, Karangasem

  • Wayan Yanik Yasmini Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: Kesenian Cekepung, Rasa Kebersamaan, Rasa Persatuan

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menggali kearifan lokal dalam kesenian cekepung. Untuk menjawab permasalahan yang diajukan digunakan sejumlah teori diantaranya teori struktural fungsional, teori interaksi simbolik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di Desa Budakeling.  Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan analilis kualitatif model interaktif dari hiberman. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa keseian cekepung merupakan kesenian lokal di Karangasem. Keberadaan kesenian cekepung tidak terlepas dari sejarang kerajaan Karangasem. Kesenian cekepung merupakan hasil modifikasi dari kesenian sasakan dari lombok. Kesenian cekepung memiliki fungsi yang sangat strategis sebagai media penanaman rasa kebersamaan dan persatuan pada masyarakat Karangasem. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh dalam melestarikan kesenian cekepung salah satunya adalah mengembalikan fungsi cekepung dalam hidup bermasyarakat seperti menunjukkan kesenian cekepung di setiap kegiatan keagamaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesenian cekepung merupakan kesenian Lokal Masyarakat Karangasem dan keberadaanya perlu untuk direvitalisasi untuk kelestariannya.

References

Anonim. 2006. Tradisi Lisan. Keberagaman Tradisi Lisan di Indonesia sebagai Pemersatu Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara. Jakarta.

Gunadha, Ida Bagus. 2005. Agama Hindu dan Pariwisata Bali. Makalah disampaikan dalam Pemantapan Pramuwisata Madya Propinsi Bali.

Hendropuspito, D. 1983. Sosiologi Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Manik Ambar. Kesenian cekepung Lombok. (Artikel) kompas halaman 16 tanggal 26 desember 2012

Moleong, Lexy J. 2009. (ed. Revisi) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Ndraha, Taliziduhu.2005. Teori Budaya Organisasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Ngurah, 2006. Dinamika Tradisi Lisan Cekepung Dalam Konteks Budaya Masyarakat Untuk Kesejahtraan Masyarakat. (Makalah) tidak di Terbitkan.

Pidada, 2013. Modernitas dalam Upacara Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih. Jurnal Ilmiah LAMPUHYANG Vol. 4 No. 1 tahun 2013. Stkip Agama Hindu Amlapura

Subagyo, P. Joko. 2004. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suka Yasa, I Wayan. 2010. Globalisasi dan Religiusitas Orang Bali: Perspektif Evolusionis (dalam Canang Sari Dharmasmrti mengenag Bhakti prof. Nala. Penyuntung I Wyn Sukarma, I Wyn Budi Utama). Denpasar: Widya Dharma
Published
2014-01-01
How to Cite
Yasmini, W. Y. (2014). Kesenian Cekepung sebagai Media Penanaman Rasa Kebersamaan dan Persatuan di Desa Budakeling, Karangasem. LAMPUHYANG, 5(1), 77-91. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.159
Section
Articles