Konservasi Tradisi Magibung sebagai Upaya Pembentukan Karakter Generasi Muda Hindu di Karangasem

  • I Ketut Seken Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: konservasi, tradisi magibung, karakter

Abstract

Penelitian semacam ini penting dilaksanakan karena bertujuan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi magibung dan upaya mengonservasinya. Penelitian ini difokuskan pada Kecamatan Karangasem, Kecamatan Manggis, Kecamatan Abang, dan Kecamatan Kubu.Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Data yang telah terkumpul nantinya dianalisis dengan menggunakan model alir Miles dan Haberman, yakni dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut. (1) Tradisi magibung di Karangasem kaya dengan nilai-nilai pembentukan karakter generasi muda Hindu. Nilai-nilai pembentuk karakter generasi muda Hindu yang terkandung dalam tradisi magibung adalah nilai pembentuk karakter religius, nilai nilai pembentuk karakter toleransi, nilai pembentuk karakter disiplin, nilai pembentuk karakter bersahabat/komunikatif, nilai pembentuk karakter demokratis, nilai pembentuk karakter cinta damai, nilai pembentuk karakter peduli sosial, nilai pembentuk karakter peduli lingkungan, nilai pembentuk karakter tanggung jawab, dan nilai pembentuk karakter kerja sama. Dari kesepuluh nilai pembentuk karakter tersebut, nilai yang paling menonjol adalah nilai pembentuk karakter kerja sama yang berlandaskan rasa saling asah, saling asih, dan saling asuh. (2) Strategi yang dapat ditempuh untuk mengonservasi tradisi magibung di Karangasem adalah dengan cara mengoptimalkan peran keluarga, sekolah, masyarakat melalui optimalisasi peran desa adat atau banjar adat, dan pemerintah. Pihak-pihak tersebut harus saling bersinergi atau bekerja sama dalam pelestarian tradisi magibung, yang merupakan salah satu warisan budaya Bali.

References

Abdullah, Irwan. 2006. Kontruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Biakta, I Ketut. Pokok Uraian, PBM.

Dwija, I Wayan. 2006. Metologi Penelitian Pendidikan. Amlapura: STKIP Amlapura.

Gama, I Wayan. 2013. “Budaya Magibung Kearifan Lokal Masyarakat Karangasem dalam Menanamkan Rasa Kekeluargaan dan Persaudaraan. Artikel Jurnal Ilmiah Lampuhyang, Volume 4, Nomor 1, Hal. 1-107, Januari 2013.

Kadjeng, I Nyoman, 1970-1971. Sarasamuscaya, Proyek Pembinaan Kitab Suci Hindu dan Budha Direktorat Jendral Bimas Hindu dan Budha Departemen Agama RI.

Kaelan. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta : Paradigma.

Nasution. 1992. Metode Penelitian Naturalistik. Bandung. Tar Sito.

Nawawi, Hadiri. 1993, Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Jakarta

Netra, Ida Bagus. 1971. Methodologi Penelitian, Boro Penerbitan FKG dan FIP Univeritas Udayana Singaraja.

Netra, Ida Bagus. 1979. Metode Penelitian. Singaraja:Biro Penelitian Penerbitan Universitas Udayana.

Moleong, Lexy. 2005. Metodologi Penelitian. Jakarta.

Panitia Penyusun Kamus Bali Indonesia. Kamus Bali Indonesia, Dinas Pengajaran Propinsi Bali.

Poerwadarminta. WJS, 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Diolah Oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen F dan K, GP.PN. Balai Pustaka Jakarta.

Pudja, I Gede, 1963. Sosiologi Hindu Dharma, Yayasan Pembangunan Pura Pita Maha, Jakarta.

Pudja, G, 1979. Sarasamuscaya, Penerbit Mayasari, Jakarta.

Pudja, I Gede. Reg Weda Mandala X, Proyek Pengadaan Kita Suci Hindu Departemen Agama RI

Pudja, G. Manu Smrti, Proyek Pengadaan Kitab Suci Hindu, Departemen Agama RI.

Putra. Materi Kuliah Agama Hindu di Perguruan Tinggi Umum.

Riyanto. 2001. Metodologi Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Surakhmad, Winarno. Methoda Research, Penerbit Jammar, Bandung.
Published
2014-07-01
How to Cite
Seken, I. K. (2014). Konservasi Tradisi Magibung sebagai Upaya Pembentukan Karakter Generasi Muda Hindu di Karangasem. LAMPUHYANG, 5(2), 40-54. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v5i2.163
Section
Articles