Implikatur Percakapan Guru dan Siswa dalam Aktivitas Belajar-Mengajar Bahasa Bali di Sekolah Dasar Negeri 5 Ulakan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem

  • Ni Kadek Juliantari Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: Implikatur percakapan, aktivitas belajar-mengajar, bahasa Bali

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implikatur fungsi implikatur percakapan guru dan siswa pada pembelajaran Bahasa Bali. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua ancangan, yaitu (1) ancangan pragmatik dan (2) etnografi komunikasi.Sumber data dalam penelitian ini adalah (1) percakapan dalam interaksi atau percakapan antara guru dan siswa di kelas dalam pembelajaran Bahasa bali, (2) konteks tuturan yang diperoleh melalui pengamatan dan pencatatan lapangan secara langsung. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, simpulan yang ditarik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Konstruksi kebahasaan IP pada tuturan guru, yakni konstruksi kebahasaan IP direktif. Konstruksi kebahasaan IP direktif yang berfungsi untuk menasihati, memerintah, dan meminta atau memohon menggunakan tuturan yang bermodus deklaratif dan interogatif. Sementara itu, bentuk atau konstruksi kebahasaan IP pada tuturan siswa, yaitu konstruksi kebahasaan IP direktif, konstruksi kebahasaan IP asertif, dan konstruksi kebahasaan IP ekspresif.  Konstruksi kebahasaan IP ekspresif yang digunakan untuk menyatakan menyindir dan mengejek juga menggunakan tuturan yang bermodus deklaratif. Jadi, konstruksi kebahasaan IP asertif, direktif, dan ekspresif pada tuturan siswa lebih banyak bermodus deklaratif. (2) Fungsi yang cenderung tampak pada tuturan siswa dalam aktivitas belajar-mengajar bahasa Bali adalah fungsi IP direktif, yakni meminta atau memohon. Hal itu dapat dimaknai bahwa siswa bersikap santun melalui pilihan bahasa yang tepat saat menyampaikan permohonan atau pun permintaan. Permohonan atau permintaan tersebut pada umumnya disampaikan oleh siswa kepada mitra tuturnya (guru) secara tidak langsung melalui berbagai bentuk tuturan, yang salah satunya melalui bentuk interogatif (tanya). Jadi, maksud meminta atau memohon tersebut terselubung pada pilihan bahasa bahasa yang digunakan penutur.

References

Austin, J.L. 1962. How to Do Things with Words. Cambridge: Harvard University Press.

Brown, G dan Yule, G. 1996. Analisis Wacana. Terjemahan oleh I. Soetikno. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Djajasudarma, T. F. 1994. Wacana: Pemahaman dan Hubungan Antarunsur. Bandung: Eresco.

Furchan, A. 1992. Pengantar metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Gazdar, G. 1979. Pragmatics: Implikature, Presupposition, and Logical Form. New York: Akademic Press.

Grice, H.P. 1975. Futher notes on logic and conversation. Dalam P. Cole (Ed.), Syntax and semantics (hlm. 113-128). New York: Horcourt Brace Jovanovich Publisher.

Grice, H.P. 1991. Logic and Conversation. Dalam Davis, S. (Ed.), Pragmatics: A Reader(hlm. 305-315). New York: Oxford University Press.

Hymes, D. 1972. Models of the Interactions of Language and Social Life. Dalam Jhon J. G. dan Dell Hymes (Ed.), Direction in Sociolinguitics (hlm. 35-71). New York: Holt, Ricehart and Winstton Inc.

Leech. G. 1983. Prinsip-prinsip Pragmatik. Terjemahan oleh M.D.D Oka. 1993. Jakaria: UI.

Leech, G. 1989. Principles of Pragmatics. London: Logman.

Levinson. S. C. 1985. Pragmatics. Cambridge: Cambridge University Press.

Levinson, C. Stephen. 1997. Pragmatics. Great Britain: Cambridge University Press.

Miles. M. B. dan Huberman. A. M. 1984. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Tjetjep Rohendi. 1992. Jakarta Universitas Indonesia (UI) Press.

Searle, J. R. 1969. Speech acts: An Essay in the Philosophy of Language. Cambridge: Cambridge U.P.

Searle, J. R. (Ed). 1973. Speech Act Theory And Pragmatics. London: D. Reidel Publishing Company.

Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Published
2014-07-01
How to Cite
Juliantari, N. K. (2014). Implikatur Percakapan Guru dan Siswa dalam Aktivitas Belajar-Mengajar Bahasa Bali di Sekolah Dasar Negeri 5 Ulakan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. LAMPUHYANG, 5(2), 55-70. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v5i2.164
Section
Articles