Implementasi Ajaran Moksa dalam Tradisi Penguburan Mayat pada Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Timbrah Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem

  • I Komang Badra Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: penguburan, mayat, Upacara Pitra Yadnya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis bebanten, prosesi, serta mithologi penguburan mayat telanjang di Desa Pakraman Timbrah, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  pendekatan empiris. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara dan pencatatan dokumen. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah metode deskriptif dengan mengunakan tehnik induksi dan argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis-jenis banten yang digunakan dalam penguburan mayat di Desa Pakraman Timbrah sama dengan banten yang digunakan dalam upacara penguburan mayat yang berlaku bagi umat Hindu secara umum di Bali. (2) Ada beberapa keunikan dalam prosesi penguburan mayat di desa ini, seperti: tidak menggunakan dewasa ayu, tidak menggunakan kajang kulit, mayat dikubur dalam keadaan telanjang, dan mayat tidak dibakar layaknya umat Hindu di Bali lainnya. (3) Mithologi penguburan mayat telanjang di Desa Pakraman Timbrah merupakan simbol pembebasan diri dari ikatan duniawi serta menyatu dalam pelukan Sang Hyang Ibu Pertiwi.

References

Arikunto, Suharsini. 2006 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta

Arwati, Ni Made Sri. 1999. Upacara Upakara. Denpasar: Upada Sastra

Atmaja, Ida Bagus Oka Punya. 2001. Upadesa. Denpasar: Upada Sastra.

Hartono, dkk. 2004, Tri Hita Karana, Tiga Konsep Menuju Hidup yang Seimbang. Denpasar: Upada Sastra.

Kaler, I Ketut. 2007. Ngaben Sarat. Surabaya: Paramitha.

Karmini, Ni Wayan, dkk. 2002. Agama Hindu Untuk SMU. Bandung Ganeca.

Koentjaraningrat. 1987. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.

Palguna. 2009. 16 Agustus. Jauhi Hukum Adat Jadi Pembahasan. Radar Bali. 6.

Pudja, Gde. 1976. Pengetahuan Agama Hindu 1. Jakarta: Mayasari.

Pudja, Gde. 1999. Bhagawadgita (Pancamo Weda). Surabaya: Paramitha.

Putra, Ny. I Gusti Mas Agung. 1998. Catur Yadnya. Denpasar, Pemerintah Daerah Tingkat I Bali.

Pudja, Gde. 2000. Werhaspati Tatwa. Surabaya : Parwita.

Sudirga, I Gusti Ngurah, dkk. 2004. Pedoman Sembahyang Umat Hindu. Surabaya: Paramitha.

Surayin, Ida Ayu Putu. 2005. Pitra Yadnya. Surabaya: Paramitha.

Tim, Penyusun. 1997. Panca Yadnya. Denpasar: Proyek Peningkatan Sarana dan Prasarana Kehidupan Beragama.

Wiana, I Ketut. 1997. Beragama Bukan Hanya di Pura. Denpasar: Yayasan Dharma Narada.

Wiana, I Ketut. 2004. Mengapa Bali Disebut Bali. Surabaya: Paramitha.

Wijayananda, Mpu Jaya. 2003. Tetandingan Lan Sorohan Bebanten. Surabaya: Paramitha.

Wikarman, I Nyoman Singgin. 2002. Ngaben. Surabaya: Paramitha.
Published
2019-07-01
How to Cite
Badra, I. K. (2019). Implementasi Ajaran Moksa dalam Tradisi Penguburan Mayat pada Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Timbrah Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem. LAMPUHYANG, 10(2), 38-54. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.181
Section
Articles