Kesantunan Bahasa Penolakan pada Transaksi Jual Beli di Pasar Sari Sedana Desa Adat Bugbug Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem

  • Ni Komang Aryani Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: kesantunan bahasa, penolakan, transaksi jual beli

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek kebahasaan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya karena didalam komunikasi, penutur dan petutur tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi harus tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan. Keharmonisan hubungan penutur dan petutur tetap terjaga apabila masing- masing peserta tutur senantiasa tidak saling mempermalukan. Pada transaksi jual beli dipasar pastinya akan selalu ada penerimaan maupun penolakan dari pedagang. Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan Bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif  dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisis dengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Bentuk kesantunan bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana.yaitu (1) menggunakan kata nenten/ten, sing, tidak atau padanannya enggak, dan jangan atau punang, (2) menggunakan alasan, (3) menggunakan syarat dan kondisi, (4) menggunakan usul atau pilihan yang bersifat konstruktif karena memberikan alternatif bagi pengajak, (5) dengan memuji barang dagangannya, dan (6) menggunakan isyarat non-verbal seperti gelengan kepala, tersenyum, diam, dan isyarat tangan.7) dengan kata maaf.

References

Anam, Syamsul. 2001. Sopan Santun Berbahasa atau Sekedar Berbasa-basi. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra. Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers

Chaer Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Esti, Kodarwati. 2009. “Kesantunan Bahasa Iklan di Majalah Femina dan Implikasinya bagi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMU”. Surakarta: Skripsi. FKIP UMS

Chaer, A. dan Agustina, L. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Hardjana, A.M. 2003. Komunikasi Interperonal dan Intrapersonal. Yogyakarta: Penerbit

Kanisius.Kartomihardjo, S. 1990. Bentuk Bahasa Penolakan: Penelitian Sosiolinguistik.

Leech, Geoffrei. 1995. Penterjemah. MD. D. Oka, Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia.

Muslich, Mansur. 2006. “Kesantunan Berbahasa: Sebuah Kajian Sosiolinguistik”. Makalah. Malang: Universitas Negeri Malang.

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya

Nadar, F.X. 2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rahardi, Kunjana. 2005. Pragmatik:Kesantunan Imperatif Berbahasa. Jakarta: Erlangga.

Rahardi, Kunjana. 2009. Sosiopragmatik. Jakarta: Erlangga.

Rokhman, Fathur. 2003. Pemilihan Bahasa dalam Masyarakat Wibahasa: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas. Disertasi. Yogyakarta. UGM.

Rustono. 1999. Pokok-Pokok Pragmatik. Semarang : CV IKIP Semarang Press.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Surakarta: Duta Wacana University Press

Sutrisna, Suandi, dan Putrayasa. (2014). Penggunaan Tindak Tutur Penolakan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X SMA Laboratorium UNDIKSHA. Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1): hlm 1—10.

Zamzani. 2007. Kajian Sosiopragmatik. Yogyakarta: Cipta Pustaka.
Published
2020-01-01
How to Cite
Aryani, N. K. (2020). Kesantunan Bahasa Penolakan pada Transaksi Jual Beli di Pasar Sari Sedana Desa Adat Bugbug Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. LAMPUHYANG, 11(1), 55-68. Retrieved from http://e-journal.stkip-amlapura.ac.id/index.php/jurnallampuhyang/article/view/189
Section
Articles