Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta

  • Ni Putu Diah Untari Ningsih Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: Kampung Batik, Industri Batik, Pariwisata Kreatif, Surakarta

Abstract

Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan Kota Solo adalah kota tujuan wisata budaya di Jawa Tengah yang kental dengan nuansa budaya Jawa dan masih terjaga hingga saat ini Kota Surakarta memiliki potensi besar dalam kerangka kepariwisataan dengan mengembangkan potensi kelokalan yang bertumpu pada UKM, bangunan dan lingkungan, sejarah serta tradisi sosial budaya.Wisata pengembangan UKM yang dimiliki oleh Kota Surakarta antara lain Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, dan Kampung Perhiasan Njayengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan industri kecil dan menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta, sehingga mampu memberi rekomendasi bagi pengembangan Kampung Batik di Surakarta ke depan, sehingga tujuannya nanti Kampung Batik ini tidak hanya terkenal secara nasional tapi juga internasional dan menjadi tempat wisata yang mengasilkan brand local untuk batik khas Surakarta itu sendiri.Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman memiliki ciri khas batik yang berbeda. Hasil batik yang dimiliki oleh Kampung Laweyan cenderung berwarna terang, berbeda dengan hasil batik Kampung Kauman yang berwarna gelap dan berkesan klasik. Biaya kegiatan untuk usaha batik Kampung Batik Laweyan membutuhkan dana yang cukup besar dan umumnya berasal dari biaya pribadi pemilik usaha dan belum terkenal cukup luas, sama halnya dengan usaha batik Kampung Batik Kauman. Oleh karena itu pengadaan forum-forum resmi diperlukan untuk memasarkan hasil usaha dari kedua kampung batik ini.

References

Gunn, C. A. & Var, T. (2002). Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases. London: Routledge.
Ismayanti. (2010). Pengantar Pariwisata. Jakarta: Kompas Gramedia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Pengertian Batik. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/ pada tanggal 1 Mei 2020.

Miles, Matthew B dan Huherman, A. Michael. (1992). Qualitative Data Analysis. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.

Ommani, A. R. (2011). Strengths, weaknesses, opportunities and threats (SWOT) analysis for farming system business managment : Case of wheat farmers of Shardevan District, Shoushtar Township, Iran. African Journal of Business Managment , 9449-9454.

Osita, C. I., R., O. I., & Justina, N. (2014). Organization's stability and productivity: the role of SWOT analysis in acronym for strength, weakness, opportunities and threat. IJIAR (International Journal Of Innovate and Applied Research), 23-32.

Parwoko. (2016). Kampoeng Batik Laweyan: Pusat Industri Batik dan Cagar Budaya Nasional. Diakses dari Web Resmi FPKBL (Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan) http://kampoengbatiklaweyan.org/ pada tanggal 29 Agustus 2018.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah. (2011). Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surakarta Tahun 2011–2031. Diakses dari http://www.hukumonline.com pada tanggal 29 Agustus 2018

Priyatmono, Alpha Febela. (2013). Dari Wisata Kreatif Menuju Solo Kota Kreatif. Jurnal Sinektika Vol.13 No.2 Universitas Muhammadiyah Surakarta

Priyatmono. (2011). Profil Kampoeng Batik Laweyan Tahun 2004 – Tahun 2011. Surakarta: FPKBL.

Purnama, Hari. (2013). Kampung Batik Solo: Laweyan dan Kauman. Dikases dari http://batiksolomodern.com/2013/10/kampung-batik-solo-laweyan-dan-kauman.html pada tanggal 29 Agustus 2018.

Santoso, Arif Setyabudi. (2018). Kampung Laweyan. Diakses dari http://id.solocity.travel/wisata/kampung-batik-laweyan pada tanggal 29 Agustus 2018.

Sutirto, Tundjung Wahadi, dkk. (1995). Analisis Potensi Pariwisata di Kotamadya Surakarta. Surakarta: Lembaga Penelitian UNS.

UNESCO. Twenty-eight Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity Proclaimed. UNESCO Press. 2003-11-07. Diakses dari https://ich.unesco.org/index.php?RL=00170 pada tanggal 1 Mei 2020.
Published
2020-01-01
How to Cite
Untari Ningsih, N. P. (2020). Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kampung Batik untuk Mendukung Pariwisata Kreatif di Surakarta. LAMPUHYANG, 11(1), 69-84. Retrieved from http://e-journal.stkip-amlapura.ac.id/index.php/jurnallampuhyang/article/view/190
Section
Articles