Asesmen Otentik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Asesmen Otentik, Pembelajaran Bahasa Indonesia

  • Putu Andyka Putra Gotama STKIP Agama Hindu Amlapura
  • Ni Komang Suni Astini STKIP Agama Hindu Amlapura
Keywords: Asesmen Otentik, Pembelajaran Bahasa Indonesia

Abstract

Pendidikan yang relevan harus bersandar pada empat pilar pendidikan, yaitu (1) learning to know, yakni peserta didik mempelajari pengetahuan, (2) learning to do, yakni peserta didik menggunakan pengetahuannya untuk mengembangkan keterampilan, (3) learning to be, yakni peserta didik belajar menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk hidup, dan (4) learning to live together, yakni peserta didik belajar untuk menyadari bahwa adanya saling ketergantungan sehingga diperlukan adanya saling menghargai antara sesama manusia. Dengan demikian, pendidikan saat ini harus mampu membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai dan sikap, yang mana proses belajar bukan semata-mata mencerminkan pengetahuan (knowledge-based) tetapi mencerminkan keempat pilar di atas. Melalui keempat pilar itulah dapat terbentuk kompetensi. Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai  yang dimiliki dan dikuasai peserta didik yang dapat tertampilkan secara nyata dalam memecahkan/menyelesaikan tugas-tugas dalam kehidupan. Kompetensi ini hendaknya benar-benar bisa diukur dengan bentuk evaluasi yang valid. Hal ini disebabkan karena kompetensi merupakan produk akhir dari sebuah pembelajaran, termasuk pembelajaran bahasa Indonesia. Salah satu assesmen yang bisa digunakan adalah Asesmen Otentik. Artikel ini ditulis untuk mengetahui bentuk dan jenis assesmen otentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Berdasarkan pembahasan, diperoleh hasil bahwa asesmen otentik merupakan penilaian yang terintegrasi dalam kegiatan belajar dan mengajar di kelas (berbasis kelas) melalui pengumpulan karya siswa (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), kinerja (performance) dan tes tertulis (paper and pencil test). Beberapa prinsip yang harus diperhatikan guru mencakup (1) valid, (2) mendidik, (3) berorientasi pada kompetensi, (4) adil terbuka, (5) berkesinambungan, (6) menyeluruh dan, (7) bermakna. Kemudian, ada beberapa jenis assesmen otentik yaitu Wawancara lisan, Menceritakan kembali teks atau cerita, observasi guru, Portofolio, dan Rubrik. Seluruh jenis asesmen otentik ini sangat relevan jika digunakan untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil tersebut di atas, maka saran ingin diberikan kepada Lembaga pencetak tenaga pendidik agar memberikan penekanan pada model-model asesmen yang bisa dipakai karena asesmen adalah ujung tombak dari keberhasilan suatu pembelajaran. Kemudian, kepada guru bahasa Indonesia agar memahami isi artikel guna menambah pengetahuan mengenai evaluasi pengajaran bahasa Indonesia, dan bagi peneliti lain tentunya dapat melakukan penelitian-penelitian sejenis untuk mengembangkan pengetahuan terutama dalam bidang evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia.

References

Burns, P.C, Roe, B.D, dan Ross, E.P. 1996 Teaching Reading in Today’s Elementary School. Boston Houghton Mifflin Company.

Cochran. 1993. Everything you Need to Know to Be A Successful Whole Language Teacher. Nashville Incentive Publication, Inc.

Cox, C. 1999. Teaching Language Arts. Boston: Allyn dan Bacon.

Gruber, B. 1993. 100 % Practical : Strategies for Teacher. Torrance: Frank Schffer Publication.

O’Malley. J. M. Pierce. L. V. 1996. Authentic Assessment for English Language Leaner: Practical Approach for Teachers. Maddison-Wesley: Publishing Company, Inc.
Published
2022-07-16
How to Cite
Gotama, P. A., & Astini, N. K. (2022). Asesmen Otentik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. LAMPUHYANG, 13(2), 43-57. Retrieved from http://e-journal.stkip-amlapura.ac.id/index.php/jurnallampuhyang/article/view/305
Section
Articles