Afiksasi Dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 Karya I Ketut Ruma (Tinjauan Morfologi Bahasa Bali)

Afiksasi Dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 Karya I Ketut Ruma (Tinjauan Morfologi Bahasa Bali)

  • I Komang Simpen STKIP Agama Hindu Amlapura
  • I Wayan Jatiyasa STKIP Agama Hindu Amlapura
  • Ni Wayan Apriani STKIP Agama Hindu Amlapura
Keywords: Afiksasi, Gaguritan Sutasoma

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna afiksasi bahasa Bali dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian empiris, yaitu pendekatan yang digunakan terhadap gejala yang telah ada secara alamiah dimana gejala-gejala yang diselidiki telah ada secara wajar dalam kehidupan sehari-hari. Gejala yang terjadi dimaksud adalah penggunaan afiksasi  bahasa Bali yang digunakan dalam teks Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan data yang bersifat kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode pencatatan dokumen. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah-langka reduksi awal, display data, conclusion drawing (penyimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk afiksasi bahasa Bali dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma, yaitu: 1) prefiks N-, ma-, ka-, pa-, sa-, pra-, pari-, pati-, dan maka-; 2) sufiks -ang, -in, -an, -e, -n, dan  -ing; 3) infiks –um- dan –in-; 4) konfiks pa-an, ma-an, dan ka-an; 5) Simulfiks ma-N dan pa-N;  serta 6) kombinasi afiks ma-an, ma-N-in, dan ma-N-ang. 2) Fungsi afiksasi bahasa Bali dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma, yaitu berfungsi membentuk nomina, verba (verba tanggap dan tindak atau verba berobjek penerima dan berobjek penderita ), adjektiva, numerial, dan adverbial. 3) Makna afiksasi bahasa Bali dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 karya I Ketut Ruma, yaitu: 1) melakukan pekerjaan (baik diri sendiri, untuk orang lain, dan bersama-sama), mengeluarkan, menghasilkan, mengandung, dan menjadi dalam keadaan yang tersebut dalam bentuk dasar/asal;  dan 2) menyatakan pelaku, cara/alat, hal, persamaan waktu, arah, seluruh, tiba-tiba, berulang-ulang, rutin, serta mempertegas yang tersebut dalam bentuk dasar/asal.

References

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2007. Kajian Bahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Dwija, I Wayan. 2006. “Metodologi Penelitian Pendidikan.” (Bahan Ajar). Amlapura: STKIP Agama Hindu Amlpura
2012. “Metodologi Penelitian.” (Bahan Ajar). Amlapura: STKIP Agama Hindu.
Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Ganing, Ni Ketut. 2003. Geguritan Gunatama. Denpasar : PT. Percetakan Bali.
Gautama, Budha. 2006. Tata Sukerta Basa Bali. Denpasar: CV KayuMas Agung.
Hadi, Sutrisno. 2004. Metodologi Research. Yogyakarta: ANDI
Hasan, I. 2002. Pokok-Pokok Metodologi dan Aplikasinya. Jakarta: PT Gramedia Widiasastra Indonesia.
Iqbal. 2002. Pokok-pokok metodologi penelitian. Bandung: Ghalian Indonesia.
Jatiyasa, I. W. (2018). Afiksasi dan Reduplikasi Bahasa Bali dalam Novelet Rasti Karya IDK Raka Kusuma. LAMPUHYANG, 8(2). https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.60.
Jendra, Indrawan. 2011. Sosiologi Bahasa Bali. Denpasar: Vidia
Mardalis. 2004. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
Nasution,S. 2008. Metode Reseacrh. Jakarta: Bumi Aksara
Poerwadarminta, WJS. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
Redana, I Made. 2004. Metodelogi Penelitian. Denpasar: Sekolah Tinggi Agama Hindu
Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC
Ruma, I Ketut. 2010. Gaguritan Sutasoma Jilid 1. Amlapura: UD. Santi, Bugbug.
Sarmini, Ni Luh. 2010. Kajian Geguritan I Jayaprana Ditinjau Dari Aspek Sosiologi dan Psikologi Pendidikan. Denpasar: IHDN Denpasar.
Setiawan Nony, Nana Danapriatna. 2005. Pengantar Statistika. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sohdiz. 2010. “Afiksasi.” (Online). Dalam URL https://sohdis.wordpress.com/2010/08/19/hello-world/. Diakses 15 Oktober 2019.
Suarjana, Nyoman Putra. 2008. Sor-singgih Basa Bali. Denpasar: Tohpati Grafika Utama.
Suastra, I Made. 2009. 'Bahasa Bali sebagai Simbol Identitas Manusia Bali' (dalam Majalah Lingustika, Vol.16.No 30 Maret 2009). Denpasar: Magister (S2) dan Doktor (S3) Linguistik Universitas Udayana.
Subagyo, J. 2004. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Ketujuh . Bandung : Alfabeta.
2009. Metode PenelitianPendidikan (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif). Bandung: Alfabeta
2012. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&G. Bandung:
Alfabeta.
Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Morfologi. 2009. Bandung: Angkasa.
Tim Penyusun. 1996. Tata Bahasa Baku Bahasa Bali. Denpasar: Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali.
Tim Penyusun. 2008. Kamus Bali-Indonesia Beraksara Latin dan Bali. Denpasar: Badan Pembina Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.
Usman, Akbar. 2004. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Wikipedia. 2019. “Morfologi.” (Online). Dalam URL https://id.m.wikipedia.org/wiki/Morfologi. Diakses 16 Oktober 2019.
Wikipedia, 2020. “Alomorf.” (Online). Dalam URL https://id.m.wikipedia.org/wiki/Alomorf. Diakses tanggal 3 Agustus 2020.
Wirartha, I Made. 2006. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: CV Andi Offset
Published
2022-07-17
How to Cite
Simpen, I., Jatiyasa, I. W., & Apriani, N. W. (2022). Afiksasi Dalam Gaguritan Sutasoma Jilid 1 Karya I Ketut Ruma (Tinjauan Morfologi Bahasa Bali). LAMPUHYANG, 13(2), 72-83. https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.309
Section
Articles