BANTEN PANGALA DI DESA PAKRAMAN NGIS KAITANNYA DALAM UPACARA USABHA SAMBAH DI DESA PAKRAMAN TENGANAN

  • Ni Putu Gatriyani STKIP Agama Hindu Amlapura
Keywords: Banten Pangala dan Upacara Usabha Sambah

Abstract

Di Desa Pakraman Ngis dibuat suatu upakara yang bernama Banten Pangala
dalam Upacara Usabha Sambah yang dilaksanakan di Desa Pakraman Tenganan,
sehingga adanya keterkaitan kedua desa yaitu hubungan sosial religius secara sekala
maupun niskala.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana latar belakang
penggunaan, bentuk, fungsi dan makna Banten Pangala di Desa Pakraman
NgisKecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem kaitannya dengan Upacara Usabha
Sambah di Desa Pakraman Tenganan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
latar belakang, bentuk, fungsi dan makna dari pembuatan Banten Pangala. Jenis
penelitian kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder, metode pengumpulan
data menggunakan teknik observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Pengolahan
data dilakukan melalui metode deskriptif dengan teknik analisa Induksi dan
Argumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Latar belakang penggunaan Banten
Pangala oleh desa Ngis dan Tenganan) berawal dari kepercayaan secara sekala dan
niskala yang disakralkan sampai sekarang,(2) Bentuk Banten Pangala yang meliputi
: tempat pembuatan di masing-masing rumah oleh Desa Krama yang berjumlah 55
orang, waktu pembuatan Banten Pangala yaitu tanggalpang siye sasih kalima
sambah menurut kalender Tenganan, alas Banten Pangala berbentuk ceper, sampian
dan porosan terbuat dari janur (busung), isi tetandingan jajan kuskus putih, sarana
berupa cabak(anyaman dari daun kelapa hijau) sebagai tempat dari seluruh Banten
Pangala dan kluhkuh yang digunakan sebagai tempat air suci (tirtha) dan tuak, Banten
Pangala dipersembahkan terlebih dahulu di Pura Dalem Kangin Desa Ngis setelah
itu dipersembahkan di Bale AgungDesa Pakraman Tenganan, (3) Fungsi dari Banten
Pangala sebagaialat konsentrasi, persembahan atau kurban suci, sarana pendidikan,
sarana penyucian, dan sebagai perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, (4) Banten
Pangalabermakna sebagai permohonan restu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar
pelaksanaan Upacara Usabha Sambah terlaksana tanpa halangan. Diharapkan Krama
dari kedua Desa (Ngis dan Tenganan) pada khususnya agar dapat meningkatkan sradha
dan bhakti serta melestarikan kebudayaan yang diwariskan oleh leluhur.

References

Ananda Kusuma, Sri Reshi. 1986. Kamus Bahasa Bali. Denpasar : CV. Kayu Mas
Agung. Karda, I Made. dkk. 2007. Sistem Pendidikan Agama Hindu. Surabaya : Paramita.

Mustafa, Edwin Nasution. Proses Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia. Poerwadarminta, WJS. 2007. Kamus Umum
Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka.

Rajasa, Sutan. 2002. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya : Karya Utama.
ISSN : 2087-0760

Razak Zaidan, Abdul, dkk. 2007. Kamus Istilah Sastra. Jakarta : Balai Pustaka.
Subagyo. 2004. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
Surayin, Ida Ayu Putu. 2002. UpakaraUpacara Yadnya. Surabaya : Paramita.
Published
2018-12-18