Penerapan Strategi Deep Dialogue and Critical Thingking Berbasis Reward untuk Meningkatkan Respons dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti

  • I Wayan Putu Suastika Stkip Agama Hindu Amlapura
  • Ni Kadek Juliantari Stkip Agama Hindu Amlapura
Keywords: Strategi Pembelajaran Deep Dialogue and Critical Thingking (DDCT), Reward, Respons, dan Hasil Belajar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan respons dan hasil belajar
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Kelas X Bahasa 2 Sekolah Menengah
Atas Giri Natha Karangasem pada semester II tahun pelajaran 2018/2019. Dalam penelitian
ini, peneliti mengambil subjek kelas X Bahasa 2. Jumlah subjek penelitian adalah 23 siswa.
Objek penelitian yang diambil meliputi respons dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu
dan Amlapura siswa kelas X Bahasa 2 Sekolah Menengah Atas Giri Natha Karangasem
pada semester 2 tahun pelajaran 2018/2019. Hasil analisis data menunjukkan bahwa
penerapan model pembelajaran deep dialogue and critical thingking dapat meningkatkan
respons dan hasil belajar siswa. Dari respons siklus I, 117,12 dengan kategori positif
kemudian meningkat ke siklus II menjadi 120,79 dengan kategori sangat positif. Rata-rata
pra siklus 68,31, pada siklus I menjadi 69,34 dan 77,42 pada siklus II. Daya serap pra siklus
39,13 % menjadi 69,78% pada siklus I dan 79,34% pada siklus II. Ketuntasan klasikal pra
siklus 39,13 % menjadi 65,21% pada siklus I dan 91,30% pada siklus II. Berdasarkan hasil
tersebut, maka dalam penelitian ini diajukan beberapa saran yakni : 1) kepada guru agar
menggunakan model pembelajaran Deep Dialogue and Critical Thingking (DDCT) sebagai
alternatif model pembelajaran di kelas; 2) bagi peneliti lain lebih lanjut agar
memperhatikan kendala-kendala yang peneliti alami sebagai bahan pertimbangan untuk
penyempurnaan proses maupun penelitian yang dilaksanakan.

References

Anitah, Sri. 2008. Media Pembelajaran.
Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru.

Aqib, Zainal. 2002. Profesionalisme
Guru dalam Pembelajaran.
Surabaya: Insan. Cendikia.

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur
Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2003. Manajemen
Penelitian. Yogjakarta: Rineka
Cipta.

Azwar, Saifuddin. 1998. Sikap
Manusia,Teori, dan
Pengukurannya. Seri
psikologi. Yogyakarta: Liberty.

Dahar, Ratna Wilis. 1989. Teori Belajar,
Jakarta: Erlangga Press.

Daryanto. 2001. Evaluasi Pendidikan.
Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2005.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun
2005, Tentang Guru dan Dosen.
Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2003.Undang-undang RI
No.20 tahun 2003 tentang system
pendidikan nasional.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
Cipta.

Depdiknas. 2003. Penelitian Tindakan
Kelas. Jakarta: BumiAksara.

Depdiknas. 2003.Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional: Depdiknas
RI.

Depdiknas. 2003. Kompetensi Dasar
Pendidikan Agama Hindu. Jakarta:
Pusat Kurikulum Balitbang

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar
dan Pembelajaran. Jakarta:
Rineka Cipta.

Dwija, I Wayan. 2016. Metodelogi
Penelitian Pendidikan (Bahan
Ajar). Amlapura : STKIP Agama
Hindu Amlapura.

Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar
Mengajar. Bumi Aksara: Jakarta.

Hamalik, Oemar. 2011.
ProsedurBelajarMengajar.
Jakarta: BumiAksara.

Hamid, Rusdiana. 2006. “Reward and
Punishment dalam Perspektif
Pendidikan.
Islam”.IttihadJurnalKopertis
Wilayah XI Kalimantan, IV (5) :
65 – 77. Husen.

Hasibuan, Malayu, 1995. Manajemen
Sumber Daya Manusia :Dasar
dan Kunci Keberhasilan. Jakarta:
Toko Gunung Agung.

Herman Hudojo. 2001. Pengembangan
Kurikulum dan Pembelajaran
Matematika. Malang: Universitas
Negeri Malang.
Published
2021-01-01
How to Cite
Suastika, I. W., & Juliantari, N. K. (2021). Penerapan Strategi Deep Dialogue and Critical Thingking Berbasis Reward untuk Meningkatkan Respons dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. LAMPUHYANG, 12(1), 64-78. Retrieved from https://e-journal.stkip-amlapura.ac.id/index.php/jurnallampuhyang/article/view/251
Section
Articles